Titik Koma is a specialty coffee chain established in 2016 that has grown to 47 stores across 18 cities in Indonesia, serving high-quality iced coffee, ceremonial matcha, and signature plant-based lattes to everyday people.
Ketika Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman
Filosofi Kepemimpinan dari COO Titik Koma
16 Apr 2026

Bagi Ditya G. Wardhana, Chief Operating Officer dan salah satu pendiri Titik Koma, bekerja bukan hanya menjalankan peran profesional.
Pria yang akrab disapa Adit ini menilai, tempat kerja justru menjadi ruang utama bagi manusia untuk belajar jujur, merasa aman, dan bertumbuh bersama.
Cara pandang ini menjadi fondasi bagaimana Titik Koma membangun segenap manusianya, dari barista hingga jajaran manajemen.
“Menjadi jujur itu feel safe, dan feel promising,” katanya.
Membangun Budaya Kerja dari Rasa Aman
Berlatar belakang sebagai konsultan dan ketertarikannya pada company culture, Adit memandang Titik Koma bukan sekadar brand kopi, melainkan sebuah lifestyle yang sekaligus bisa mengubah hidup orang-orang di dalamnya.
Meski tantangan terbesarnya adalah merawat keseimbangan nilai selama bekerja: excellence, energi yang sehat, dan kebahagiaan tim.
Salah satu langkah yang diambil adalah sistem bagi hasil bonus yang menumbuhkan rasa kepemilikan di level toko.
Selain itu, Adit menolak sistem hierarki yang memisahkan kantor dan toko. Ia ingin semua merasa menjadi bagian dari satu sistem dan berada di level yang mereka tidak saling sungkan.
“Kita nggak ingin teman-teman yang ada di toko merasa mereka tuh entity yang berbeda dengan yang di kantor,” ucapnya.
Untuk itu, Adit dengan sengaja memastikan dirinya mudah didekati, agar pola ini ditiru para pemimpin lain.
Pertemuan rutin seperti head bar huddle bukan sekadar forum laporan, tetapi ruang berbagi masalah dan solusi.
“Saya percaya karena keterlibatan itu memberi makna. Bukan hanya top-down aja. Kalau top-down aja mungkin mereka bisa melakukan, tapi nggak ada belonging-nya,” tutur Adit.
Rasa aman ini juga diterjemahkan dalam sistem evaluasi. Tidak ada sanksi mendadak tanpa dialog.
Di Titik Koma, attitude selalu ditempatkan di atas skill. Bahkan kebahagiaan barista diukur secara rutin dan dijadikan key performance indicators (KPI).
Menurut Adit, skill bisa diajarkan, tetapi semangat dan kemauan belajar jauh lebih menentukan.
“Kalau orang itu udah ada antusiasnya, semangatnya, skill itu gampang,” katanya.
Belajar Kehidupan dari Balik Bar
Dari interaksi dengan para barista, Adit justru banyak belajar tentang hidup.
Ia menyaksikan langsung ketangguhan mereka yang tetap datang bekerja di tengah banjir, masalah keluarga, bahkan kekerasan domestik.
“Kalau banjir, di banyak kantor di Jakarta orang masih bisa work from anywhere (WFA). Tapi barista nggak punya pilihan itu. Tetap harus buka, dan mereka tetap datang ke toko. Dari situ saya belajar apa arti resilient dari mereka,” terangnya.
Pengalaman itu mengubah cara pandangnya tentang kerja dan kehidupan. Ia tidak percaya pada konsep work-life balance yang memisahkan keduanya.
“Saya bukan orang yang percaya work-life balance. Kalau kita nggak happy di kerjaan, ya nggak happy di life. For me, work is life,” tuturnya.
Namun work is life bukan berarti mengabaikan manusia. Komunikasi yang dewasa, empati, dan saling menjaga menjadi prinsip utama.
Dari situlah ikatan tumbuh secara tulus, bukan karena terpaksa.
Bagi Adit, itulah tanda sebuah organisasi yang sehat. Tempat di mana manusia merasa aman untuk jujur, tumbuh, dan tetap menjadi dirinya sendiri.
“Saya ingin mereka jadi the best version of themselves,” tandasnya.
All Updates

BREWS & CULTURE
More Than Just Coffee, Titik Koma is About Brewing Culture and Its
More Happenings

Titik Koma Tasting Notes
Collaboration inspirée des rues thaïlandaises et de leurs saveurs vives
16 Apr 2026

Titik Koma Ketintang Riverside
Store yang Bertumbuh Bersama Perubahan Brand di Surabaya
19 Apr 2026

Belajar Dewasa
Di Usia 18, Nora Belajar Dewasa Bersama Titik Koma
16 Apr 2026

Berapa Cangkir Per Hari?
Berapa Cangkir Kopi Per Hari yang Aman untuk Kesehatan?
16 Apr 2026

Iced Coffee dan Kopi Susu
Cara Kita Menikmati Kopi
19 Apr 2026

Merawat yang Ada
Cerita Flagship Store Titik Koma di Tanjung Duren
19 Apr 2026

Filosofi Brand Titik Koma
Mencari Rasa yang Bisa Kembali Pulang Setiap Hari
19 Apr 2026

Meracik Karier dari Balik Bar
Cerita 10 Tahun Rokip Tumbuh di Titik Koma
16 Apr 2026



