Titik Koma is a specialty coffee chain established in 2016 that has grown to 47 stores across 18 cities in Indonesia, serving high-quality iced coffee, ceremonial matcha, and signature plant-based lattes to everyday people.
Belajar Dewasa
Di Usia 18, Nora Belajar Dewasa Bersama Titik Koma
16 Apr 2026

Usia 18 tahun bagi sebagian orang adalah fase mencoba banyak hal. Mulai dari mencari arah, menentukan minat, atau sekadar menjalani masa transisi menuju dewasa.
Namun bagi Jessica Nora Florentina, usia itu justru menjadi titik awalnya menekuni dunia kopi. Di usia yang serba tanggung itu, ia belum sepenuhnya dewasa, tapi juga bukan lagi remaja.
Tanpa pengetahuan apalagi pengalaman, perempuan yang akrab disapa Nora ini masuk ke Titik Koma dan mulai belajar dari nol.
Mesin kopi hingga ritme kerja profesional menjadi pengalaman baru yang harus ia hadapi sejak hari pertama.
“Saya bersyukur banget Titik Koma mau nerima, padahal belum punya pengalaman yang cukup. Dari awal masuk juga saya benar-benar nggak tahu apa-apa soal kopi, tapi semuanya diajarin pelan-pelan,” katanya.
Menantang, tapi Membuat Bertumbuh
Satu kata yang Nora pakai untuk menggambarkan perjalanannya di Titik Koma: menantang. Sistem yang terus berubah, evaluasi rutin, dan tingginya tuntutan untuk seseorang yang terbilang belia.
Nora mengawali kariernya di Titik Koma sebagai barista.
Masuk di dunia kerja pada usia 18 tahun membuat Nora merasa tumbuh lebih cepat dari teman-teman seusianya. Ia belajar tentang tanggung jawab dan bagaimana bersikap sebagai orang dewasa di lingkungan kerja.
Bukan hanya skill yang berubah, tapi juga cara berpikir dan cara memandang diri sendiri.
Dua tahun berlalu, Nora kini dipercaya sebagai head bar di Titik Koma Buring, Malang. Ia merasakan betul bagaimana dirinya berkembang dari semula menjadi orang yang mengikuti arahan, kini harus menjadi pengambil keputusan.
“Sistem di sini itu cepat berubah dan kita harus cepat menyesuaikan diri. Dulu saya masih belajar, sekarang saya yang harus ambil keputusan,” ujarnya.
Perubahan peran itu terasa nyata, dan justru di situlah proses bertumbuhnya terjadi.
“Banyak yang berubah, dari sifat sampai mindset, itu semua karena Titik Koma,” sambungnya.
Tempat yang Terasa Seperti Rumah
Bagi Nora, Titik Koma bukan hanya tempat bekerja tapi juga terasa seperti rumah.
Hubungan dengan rekan kerja terbangun dekat seperti keluarga. Relasi dengan customer pun terasa personal.
Banyak pengunjung yang datang kembali ke Titik Koma. Hal itu membuat Nora merasa pekerjaannya menjadi lebih hidup dan bermakna, bahkan dari mereka yang awalnya sekadar datang untuk hangout.
“Kalau secara personal, Titik Koma itu kayak rumah. Bukan cuma karena teman kerja, tapi juga customer. Banyak yang datang ke sini karena merasa nyaman,” tuturnya.
Meski telah menjabat posisi sebagai head bar Titik Koma Buring, Malang, bagi Nora, perjalanannya belum selesai.
Ia ingin belajar soal leadership, bukan untuk terlihat memimpin, tapi untuk membangun tim yang lebih baik.
Mimpinya sederhana namun bertahap: mengembangkan orang-orang di sekitarnya, hingga suatu hari berhasil menjadi manager.
“Saya ingin belajar leadership yang baik, biar bisa mengembangkan tim,” ujarnya penuh harap.
Di Titik Koma, Nora pun telah menemukan jati diri sejatinya selama meracik minuman. Kini, ia siap untuk membentuk Nora-nora selanjutnya, kesan yang ingin ia ciptakan ulang di dalam batin rekan-rekannya.
All Updates

BREWS & CULTURE
More Than Just Coffee, Titik Koma is About Brewing Culture and Its
More Happenings

Titik Koma Tasting Notes
Collaboration inspirée des rues thaïlandaises et de leurs saveurs vives
16 Apr 2026

Titik Koma Ketintang Riverside
Store yang Bertumbuh Bersama Perubahan Brand di Surabaya
19 Apr 2026

Belajar Dewasa
Di Usia 18, Nora Belajar Dewasa Bersama Titik Koma
16 Apr 2026

Berapa Cangkir Per Hari?
Berapa Cangkir Kopi Per Hari yang Aman untuk Kesehatan?
16 Apr 2026

Iced Coffee dan Kopi Susu
Cara Kita Menikmati Kopi
19 Apr 2026

Merawat yang Ada
Cerita Flagship Store Titik Koma di Tanjung Duren
19 Apr 2026

Filosofi Brand Titik Koma
Mencari Rasa yang Bisa Kembali Pulang Setiap Hari
19 Apr 2026

Meracik Karier dari Balik Bar
Cerita 10 Tahun Rokip Tumbuh di Titik Koma
16 Apr 2026



