Titik Koma is a specialty coffee chain established in 2016 that has grown to 47 stores across 18 cities in Indonesia, serving high-quality iced coffee, ceremonial matcha, and signature plant-based lattes to everyday people.
Filosofi Brand Titik Koma
Mencari Rasa yang Bisa Kembali Pulang Setiap Hari
2 Jun 2026

Tidak semua orang datang ke coffee shop untuk mencari hal baru. Sebagian justru datang karena ingin rasa yang sama seperti kemarin, tempat yang familiar, dan pengalaman yang tidak perlu terlalu banyak dipikirkan.
Di Titik Koma, cara pandang tentang rutinitas ini menjadi dasar dari filosofi everyday coffee.
Bagi Andrew Prasetya Goenardi, Chief Executive Officer sekaligus salah satu pendiri Titik Koma, kopi bukan soal seberapa unik rasanya, melainkan seberapa jauh ia bisa menemani rutinitas.

“Kopi itu kan rasanya macam-macam,” katanya. “Ada yang fruity, ada yang rempah, bahkan ada yang terasa funky dan strong. Tapi saya mencari, ada nggak sih rasa yang ‘tengah’, yang mayoritas orang bisa bilang ini enak?”
Pencarian rasa “tengah” itulah yang kemudian membentuk arah Titik Koma. Rasa yang tidak terlalu menuntut, mudah diterima, dan tidak bikin kapok jika diminum berulang kali.
Sebuah pendekatan yang membutuhkan konsistensi jangka panjang.

Memaknai Filosofi Everyday Coffee
Pengalaman personal Andrew juga ikut membentuk cara pandang ini. Ia tumbuh dengan kebiasaan minum kopi hampir setiap hari. Dua hingga tiga cangkir bukan hal yang asing baginya.
“Awalnya senang coba yang beda-beda. Tapi ujung-ujungnya selalu ada kopi yang membuat kita kembali lagi, yang paling nyaman,” ucapnya.
Ia menyadari pola itu bukan hanya miliknya. “Minum yang baru itu senang sesekali. Tapi kalau setiap hari, orang akan balik ke satu atau dua rasa yang paling familiar,” ujarnya.
Dari situ muncul analogi yang sering ia gunakan. “Orang Jogja makan gudeg setiap hari nggak apa-apa. Orang Sumatera makan nasi padang tiap hari juga biasa saja. Konsep daily itu memang tergantung lifestyle.”

Filosofi everyday coffee ini kemudian diterjemahkan ke dalam pemilihan biji kopi dan profil rasa yang melewati proses panjang.
